Navigation Menu

Showing posts with label Bisnis UKM. Show all posts

3 Sektor yang Menjadi Sasaran Utama Platform Peer to Peer Lending Indonesia

3 Sektor yang Menjadi Sasaran Utama Platform Peer to Peer Lending Indonesia - Dalam praktiknya, skema peer to peer lending berusaha menghubungkan para pelaku UMKM dengan para investor yang ingin berinvestasi dengan menanamkan modalnya.
Cara ini bisa menjadi solusi jitu mengingat banyaknya pelaku UMKM yang tidak memiliki akses pinjaman ke Bank.
Lalu, dari sektor apa sajakah para pengusaha tersebut berasal? Berikut ini 3 sektor usaha yang biasanya menjadi sasaran utama platform peer to peer lending :

Perdagangan

Sektor pertama yang menjadi sasaran utama platform peer to peer lending adalah sektor perdagangan.
Ada banyak sekali pengusaha UMKM yang bergerak di sektor ini karena berdagang menjadi salah satu cara paling mudah bagi rakyat kecil untuk dapat memiliki penghasilan.
Sayangnya, tidak semua pedagang memiliki akses untuk mendapatkan pinjaman ke perbankan.
Oleh karena itu, MEKAR hadir untuk membantu para pedagang kecil khususnya para wanita yang inign mengembangkan usaha kecilnya agar menjadi semakin besar lagi lewat suntikan modal yang diberikan oleh para investor MEKAR.

Baca Juga• Inovasi Digital Banking Mengubah Industri Perbankan
• Tips Agar Pengajuan Kredit Menjadi Lebih Cepat Cair

3 Sektor yang Menjadi Sasaran Utama Platform Peer to Peer Lending Indonesia
image: freepik.com

Agrikultur

Sektor kedua yang menjadi sasaran utama platform peer to peer lending adalah sektor agrikultur.
Sektor agrikultur umumnya meliputi sektor pertanian, perkebunan hingga peternakan.
Para pengusaha kecil di sektor UMKM umumnya tidak mendapatkan bantuan pinjaman dana dari Bank karena masa panen yang tidak rutin setiap bulannya dan banyaknya faktor yang bisa menghambat usaha tersebut.
Karena sulit mendapatkan akses perbankan, para pengusaha agrikultur akan sangat terbantu dengan kehadiran platform peer to peer lending untuk mengembangkan bisnis yang dimilikinya menjadi semakin besar.

Industri manufaktur

Sektor terakhir yang biasanya menjadi sasaran platform peer to peer lending adalah sektor industri manufaktur.
Sektor ini biasanya mencakup para pengusaha UMKM di bidang kerajinan tangan, oleh-oleh, dan pengolahan lainnya.
Sektor manufaktur mendapatkan keuntungan dari nilai tambah yang didapat berkat proses yang dilakukannya.
Sayangnya, tidak semua pengusaha UMKM di industri ini mendapatkan layanan perbankan sehingga skema peer to peer lending menjadi solusi jitu agar bisa mendapatkan pinjaman dan mengembangkan industri yang sedang dijalaninya. Ketiga sektor tersebut merupakan sektor yang biasanya digeluti oleh para pengusaha UMKM.
Mekar sebagai salah satu penyedia jasa Peer to peer lending terbesar di Indonesia berusaha mengakomodir para pengusaha UMKM dan investor yang ingin berinvestasi.
Kunjungi laman berikut https://mekar.id/microlending/investments/ dan cari tahu pembiayaan mana yang ingin Anda investasikan dari ketiga jenis industri di sektor UMKM tersebut.

peer to peer lending adalah, peer to peer lending ojk, cara kerja peer to peer lending, contoh peer to peer lending, fintech lending, peer to peer lending pdf, makalah peer to peer lending, peran fintech dalam perekonomian

Inovasi Digital Banking Mengubah Industri Perbankan

Inovasi Digital Banking Mengubah Industri Perbankan - Perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen akan dunia digital, membuat dunia perbankan harus menjawab tantangan tersebut.
Inovasi digital banking pun semakin marak di sana sini.

Berbagai gelombang baru teknologi, seperti blockchain, API (Application Programming Interface), hingga robo-advice merevolusi cara kita dalam mengelola, mengontrol, dan mendistribusikan uang.
Kita tidak perlu lagi datang ke bank untuk bertransaksi.

Inovasi Digital Banking Mengubah Industri Perbankan

Dengan adanya Inovasi digital banking, cukup menyentuh layar gadget, kita sudah dapat melakukan berbagai aktivitas perbankan.
Baca Juga• 3 Sektor yang Menjadi Sasaran Utama Platform Peer to Peer Lending Indonesia
• Tips Agar Pengajuan Kredit Menjadi Lebih Cepat Cair
Awalnya, teknologi baru ini mungkin menjadi gangguan pada industri perbankan.
Tapi perkembangan zaman dan kebutuhan pasar memaksa sektor perbankan untuk terus mengevaluasi dan berinvestasi dalam Inovasi digital banking.

Berbagai inovasi yang kini hadir, diharapkan mampu mendobrak anggapan bahwa perbankan adalah industri yang kaku karena terbentur sistem dan regulasi yang ketat.
Inovasi digital banking menjadi cara baru berbisnis terutama berkat potensinya untuk menghemat biaya baik dari sisi bank ataupun konsumen.
Perbankan bisa mengurangi penggunaan kertas untuk dokumen perbankan yang bisa berlembar-lembar banyaknya.

Dari sisi konsumen, kita tak harus lagi berpindah tempat (mengunjungi bank) untuk melakukan aktivitas perbankan.
Satu lagi yang harus disadari, Inovasi digital banking bukan sekadar men-digitalisasi produk yang sudah ada, tapi mengubah pola pikir dan solusi menjadi digital sesuai perilaku dan kebutuhan masyarakat.

inovasi perbankan, revolusi industri 4.0 dalam perbankan, ide inovasi untuk perbankan, dampak revolusi industri 4.0 terhadap praktik perbankan di indonesia, menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dari sisi perbankan, makalah tantangan perbankan di era digital, makalah inovasi perbankan, perkembangan digital banking di indonesia

Tips Agar Pengajuan Kredit Menjadi Lebih Cepat Cair

Tips Agar Pengajuan Kredit Menjadi Lebih Cepat Cair

Tips Agar Pengajuan Kredit Menjadi Lebih Cepat Cair - Bagi para calon debitur atau orang yang hendak meminjam dana, fase pencairan dana merupakan yang paling ditunggu.
Karena, pada momen inilah Anda bisa menerima dana yang telah Anda ajukan peminjamannya untuk digunakan sesuai dengan tujuan.
Namun, tak jarang orang yang mengeluh proses pengajuan pinjaman memakan waktu yang lama sampai ke fase pencairan. Untuk itu, sebaiknya ikutilah beberapa tips berikut agar pengajuak kredit yang Anda buat bisa cair lebih cepat.

Mengajukan pinjaman yang rasional

Saat mengajukan pinjaman, pihak kreditur akan mengecek seberapa banyak pendapatan yang Anda miliki setiap bulannya untuk disesuaikan dengan pinjaman yang diajukan.
Jika nominal pinjaman yang Anda ajukan sesuai dengan pendapatan yang Anda terima setiap bulannya, maka bisa saja pinjaman yang Anda ajukan disetujui dan akan lebih cepat dicairkan.
Namun, jika pendapatan Anda tidak sesuai dengan nominal pinjaman yang diajukan, maka rasanya pencairan pinjaman dalam waktu cepat akan menjadi lebih sulit untuk dilakukan.

Baca Juga• Inovasi Digital Banking Mengubah Industri Perbankan
• 3 Sektor yang Menjadi Sasaran Utama Platform Peer to Peer Lending Indonesia

Agunan yang sesuai

Saat melakukan pinjaman pribadi, maka Anda akan ditanya agunan apa yang akan Anda berikan atas pinjaman tersebut.
Agunan merupakan jaminan yang digunakan untuk meyakinkan pihak kreditur atas pinjaman yang diajukan.
Untuk mendapatkan pencairan pinjaman lebih cepat, maka pastikan Anda mengajukan agunan yang sesuai dengan nominal pinjaman yang diajukan.
Karena, agunan yang tak sesuai selain dapat membuat proses pencairan dana menjadi lambat juga dapat membuat pengajuan pinjaman yang Anda buat ditolak sehingga pastikan Anda menentukan agunan yang sesuai dengan pinjaman.

Berbicara dengan meyakinkan saat survey

Proses pengajuan pinjaman tidak dapat dilakukan secepat kilat.
Anda diharuskan untuk melalui serangkaian proses sampai pinjaman dana tersebut dapat dicairkan.
Salah satu proses yang harus ditempuh adalah proses survey.
Saat dilakukan survey, Anda akan ditanyakan berbagai hal seputar data yang diberikan dengan kondisi realitanya.
Jika data yang diberikan sesuai, dan Anda menjawabnya dengan meyakinkan, maka pihak kreditur bisa mencairkan pinjaman Anda dengan lebih cepat.
Sebalknya, jika Anda tidak meyakinkan saat survey bukan tidak mungkin pengajuan pinjaman tidak akan diterima.




Tips Agar Pengajuan Kredit Menjadi Lebih Cepat Cair
pinjaman online langsung cair tanpa ribet, pinjaman bulanan online langsung cair, pinjaman online langsung cair ktp, pinjaman online langsung cair dalam hitungan menit, pinjaman online cepat cair, pinjaman cepat cair dalam hitungan menit, pinjaman online langsung cair dalam hitungan menit, pinjaman online 24 jam langsung cair

Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Tengah Berhutang

Untuk memenuhi kebutuhan akan uang, ada banyak cara yang dapat dilakukan.
Mulai dari mencari penghasilan tambahan sampai yang paling mudah yakni berhutang.
Saat berhutang, baik ke bank atau melalui pinjaman uang online, Anda akan dituntut untuk membayar cicilan dan biaya pinjaman setiap bulannya.
Jika Anda gagal membayar cicilan sesuai dengan jatuh tempo yang diberikan maka Anda akan terjebak pada kredit macet.
Agar tidak terjebak kredit macet, maka sebaiknya hindarilah beberapa hal berikut ini :

Membayar hutang dengan hutang lainnya
Kondisi ini kerap kali dijumpai oleh orang-orang yang tengah berhutang.
Bahkan, ada istilah gali lubang tutup lubang untuk menggambarkan kondisi yang satu ini.
Ya, membayar hutang dengan hutang lainnya bukanlah hal yang tepat karena justru akan menyengsarakan Anda dikemudian hari.
Saat mendapatkan hutang atau pinjaman, maka Anda harusnya sudah paham betul bagaimana cara untuk membayar cicilan pinjaman setiap bulannya.
Namun, tak jarang orang yang kurang siap hingga akhirnya kebingungan dan kembali berhutang untuk membayar hutang lainnya.
Kondisi ini bukanlah hal yang tepat karena dengan kembali berhutang maka sama saja Anda tengah menambah masalah lainnya dan bunga yang dibebankan tentu akan berlipat ganda.

Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Tengah Berhutang

Tidak memperhitungkan bunga
Setiap pinjaman yang Anda ajukan tentu akan menggunakan bunga sebagai biaya pinjaman tersebut.
Saat Anda mengajukan pinjaman, maka Anda akan diberitahu berapa bunga yang akan dibebankan.
Selain itu, Anda juga akan diberitahu berapa cicilan yang harus dibayar setiap bulannya.
Jika Anda tidak ingin merugi, maka pastikan Anda telah memperhitungkan bunga dengan cermat.
Karena, bunga yang terlampau tinggi akan menyulitkan Anda untuk membayar dan Anda akan terjebak pada hutang tersebut.

Baca Juga:
Tips Agar Pengajuan Kredit Menjadi Lebih Cepat Cair

Tidak menyisihkan dana untuk mengangsur
Saat Anda tengah mengajukan pinjaman uang tunai, maka secara tidak langsung Anda dituntut untuk bisa berkomitmen dan membayar cicilan dari pinjaman tersebut setiap bulannya.
Komitmen yang Anda jaga tentu bisa terwujud dari upaya Anda untuk menyisihkan dana setiap bulannya.
Dana yang disisihkan nantinya bisa Anda gunakan untuk membayar cicilan.
Sayangnya, banyak orang yang lupa atau tidak melakukan hal ini hingga akhirnya mereka terjebak pada persoalan kredit macet.




Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Tengah Berhutang
sebutkan dua hal yang perlu diperhatikan dalam hal utang piutang, jalan keluar dari hutang menumpuk, cara membebaskan diri dari hutang, kisah nyata terbebas dari lilitan hutang, hadits tentang hutang piutang, cara mengatasi orang hutang, cara mengurangi hutang, cara menyelesaikan hutang yg melilit

Popular Posts